selamat datang
Tampilkan postingan dengan label curahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curahan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juli 2011

baru aku melirik

aku baru mengerti. meski dari dulu aku telah menyadari. namun, kini aku baru bisa melihat. dan sungguh, aku sedih menyaksikan kisah kita. kemana saja aku selama ini?? apa saja yang kulakukan?? kenapa baru sekarang aku meliriknya?? ternyata banyak "lahan" yang amat dekat denganku. tapi baru kini aku bertekad menggarapnya. 
maafkan aku....

Jumat, 08 Juli 2011

Aku Bertanya...

Aku ingat,seorang sahabat pernah mengatakan dan menanyakan sesuatu padaku. Jika ini ditujukan padamu,apa yang kan kau jawab,teman??

Di luasnya daratan,aq selalu punya 2 pilihan. Maju atau mundur. Di samudra kehidupan,aq juga punya pilihan. Terombang ambing tapi tetap bertahan atau tenggelam ke dasar. Perih aq dgn tragedi kekalahan yang berdiri gemulai menunggu jiwa pengecutnya. Ah,sudah bosan hidupkah aq rupanya? Kenapa mengimajinasikan diri pada ketragisan takdir. Padahal jiwaku berangan jadi pemenang. Berikan 1 alasan padaku,kenapa harus tetap di sini???

renungan...

seberat inikah ujianMU padaku??? rencana apa yg sdg KAU rajut untukku??? lama aku menanti jawabanMU. serumit inikah..,seberat inikah tekanan2 yg kudapatkan. jika ini pembelajaran untukku..., tunjukkan terangnya. agar tak kelam aku berjalan menuju jalanMU. besok..., usaha awalku. semoga ada cerah yg datang, menutup mendung yg kian lama menahan langkahku.

Kembalikan..


Arahkan pandangan ini pada mereka yang kekurangan. Pada wajah keriputnya yang punya sejuta asa. Pada tangan2 yg terlihat lelah dan lemah tapi kuat mengangkat beban berat untuk menafkahi keluarganya. Pada tulang punggung mereka yg tidak lagi tegap. Mungkin dengan itu,hati yg keras seperti batu akan menjadi lunak dan lembut.
Sulitnya menghadirkan hati di dalam amalan yaumi. Sulitnya airmata ini jatuh. Kuingin menangis,tapi kenapa tidak bisa. Ada apa gerangan dengan hati ini. Setan apa yg bertahta saat ini. Kembalikan aku pada lembutnya cintaMu. Kembalikan aku tuk menikmati saat2 berkhalwat dgnMu. Biarkan aku terjebak dalam canduku menangis dan mengemis pada kasihMu. Kuingin kembali rasakan nikmatnya merendahkan diri padaMu di malam sunyi. Malam yg syahdu. Hanya ada Kau dan aku. Di atas sajadah yg jadi saksi kepasrahan diri.
Kuingin kembali..

Saat Rindu Itu Ada


Untukmu yang teristimewa.
Saat ruang memisahkan,ada rindu yg membara.ada rasa yg selalu ingin kujaga.tak pernah ku menatapmu sebelumnya.tapi kutahu lakumu yg mulia.kau tahu bagaimana menciptakan riak2 rindu itu agar tetap ada dan memberi getar pd relung jiwaku.isak tangismu adalah nada2 indah,memekarkan senyum dalam hati.yach,hanya dalam hati.hanya dalam hati,aq bisa mengekspresikan gejolak jiwa ini.mungkin tak selalu kau lihat diriku yg penuh kerinduan ktka bertemu dgnmu.tapi getar itu selalu ada dan kujaga.indahnya parasmu menyejukkan hati.menyadarkanku,,inilah salah satu makhluk Allah yg indah.
Sadarilah,,kita memang tak selalu brda dalam ruang yg sama.tapi selalu ada ruang utkmu di sini.di dalam hati.

Munajat


Ya Rabb,, aku tak pernah menafikkan segala takdir yang Kau tetapkan untukku. Aku juga tak ingin menyerah dari perjuangan yang aku sendiri tak tahu dimana ujungnya. Aku juga tak ingin menjadi hambaMu yang tak pandai bersyukur. Aku hanya ingin tunduk setunduknya hanya padaMu. Aku hanya ingin bisa melabuhkan cinta ini sepenuhnya, seutuhnya hanya untukMu, Rabb yang Maha Agung. Ijinkan aku mendekat. Meski tak jarang godaan dan ujian menghalangi rasa cinta itu utuh untuk kupersembahkan. Dari hatiku yang paling dalam,,demi jiwa dan raga yang tak ada kuasaku atasnya, karena Kau pemiliknya,, demi rasa cinta yang ingin selalu kujaga, demi Kau.., Zat yang tak ada bandingannya.

Izinkan aku meminta. Memohon segala kebaikan untuk diri, keluarga, dan saudara-saudaraku.. Wahai Rabb,, ingin kuungkapkan semuanya. Tapi aku tak kuasa. Aku tak berani untuk terlalu berharap. Engkau yang lebih tahu atas semuanya. Setiap jalan yang kan kutempuh. Kemana ujungnya?? Akankah semua letih diri dan penat pikiran ini Kau ridhoi?? Sudahkah aku ikhlas dalam memperjuangkan semuanya?? Adakah ini berbalas?? Atau balasan apa sebenarnya yang kuharapkan?? Jangan-jangan ada niatku yang tidak benar. Jika memang ada, sucikan aku. Kikis kotoran-kotoran yang melekat di tubuh ini. Luruskan jalanku dan arahkan aku dengan bimbingan cintaMu. Ridhoi langkahku. Mudahkan urusanku, berikan petunjukMu,, ya Rabb.

Biarkan aku candu tuk bermunajat, menumpahkan semuanya, menggenangi pipi dengan airmata. Menangis terisak di setiap sujud panjangku, di malam-malamMu. Tak ada yang bisa meneduhkan hati ini, selain Kau. Menerangi gelapku dengan cahayaMu. Meski kadang ingin ku berbagi pada makhlukMu. Tapi tak pernah ada niat membandingi. Tak ada yang bisa menyaingiMu. Dengan penuh kerendahan diri.., Kau tahu apa yang tersimpan rapat di dalam hati, maka terangkanlah. Terangkanlah dengan cintaMu. Ku tak ingin bermimpi. Kupunya tujuan pasti. Dan Kau tahu. Maka salahkah jika aku berharap?? Demi agama yang kuyakini, demi Alqur’an yang kupedomani, demi Engkau…, Zat yang tak ada bandingannya, demi Rasulullah, kekasihMu.., kabulkan permohonanku. Kabulkan permohonanku ya Rabb.

Permohonan

Ya Rabb,, Zat yg Maha Agung.t4ku meminta dan memohon.bersandar dan berharap. Kau tahu apa yg tersimpan rapi di hatiku. Kau tahu,ttg asa yg kupanjatkan selama ini padaMu. Kau tahu tujuanku. Salahkah jk hamba memohon kemuliaan,ya Rabb. Hamba tahu,hamba tak layak meminta. Hamba terlalu hina,makhlukMu yg tidak punya apa2. Tak punya keberdayaan selain kekuatan yg Kau titipkan pada hamba. Hamba juga makhlukMu yg teramat lemah,,serg bkeluh kesah,dan semua itu hamba sandarkan hanya padaMu. Tak ada makhluk lain yg hamba jadikan saingan2Mu. Tak ada.
Rabb,,jk hamba salah,ampuni hamba. Tp ijinkan hamba utk bs memohon. Memohon sgl kebaikan utk diri dan mrka yg kusayangi. Jk ada niat yg tdk benar,mk tnjukan dan arahkan pd kebenaran. Pd jalan muliaMu,yg Kau ridho dgnnya.

Sesungguhnya Aku Amat Menyayangimu


Tak terlihat lagi parasmu yang dulu
Semangat yang menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekelilingmu
saat lelah menyapa, langkahmu tak pernah getar dan surut ke belakang
tetap berjalan meski angin badai terus menghadang
setiap hari melawan kepulan asap di dapur yang gelap dan membuat sesak
kau tak pernah berhenti
kau tetap bertahan
sesekali kau mengaku lelah, tapi itu manusiawi
tak pernah kau terlena dengan istirahat sejenak di sela waktu yang menyita masa tuamu
saat yang lain berkesempatan untuk ke rumah Allah di lima waktu
kuyakin.., kuyakin kau juga inginkan seperti itu
tapi lagi-lagi kau harus berkorban, berjuang untuk mereka yang selalu kau sayang
keriput menyertai paras elokmu yang mulia, putih kulitmu
masih tampak seperti primadona
lembut kasihmu memberi sejuta makna cinta dan inspirasi bagiku
kini,,kau tampak amat lelah
tak lagi kuat seperti dulu
nenek,,inilah semestinya panggilanku untukmu
tapi dari kecil hingga di usiamu yang teramat senja, aku tak pernah memanggilmu dengan sebutan itu
akrab kusapa hanya dengan panggilan “ibuk”
ibuk ,,merintih setiap kali kutatap tubuhmu
tipis teramat tipis
tatapanmu masih menunjukkan semangat juang
seakan tetap ingin mengalirkan ghirah di setiap sudut ruang hatiku
ibuk,,kau kini teramat lelah
lebih sering istirahat di ranjang usangmu
berbaring dan pernah berkata padaku sambil terbata

“dak pernah ibuk sakik mode iko”
Ibuk,,taukah??
Kata-katamu itu menyimpan tangis yang dalam di hatiku
Dan aku tak berani perlihatkan sedihku di hadapanmu
Karena kuingin kau tetap bahagia dengan hadirku
Bukan malah tambah terluka karena isak tangisku
Cukup kutahan dan kusimpan airmata ini di relung jiwaku
Ibuk,,kusentuh tubuhmu
Teramat dingin di telapak kakimu, tapi panas di bahumu
Kupijat dengan lembut tangan dan kakimu
Semakin bertambah haruku
Kutawarkan untuk menyuapimu makan, tapi kau tidak mau
Tak ada selera, ucapmu
ibuk,,taukah pikiranku melayang-layang karena semua itu
aku masih berharap,, kelak Allah akan menyembuhkanmu
mengembalikan semangatmu yang dulu
do’aku menyertaimu
engkau primadona berparas cantik dan berbudi pekerti mulia
kuyakin kau termasuk salah satu bidadari yang dirindui syurga
kuyakin itu
sesungguhnya aku amat menyayangimu

Aku Ingin Bersamanya

Aku juga ingin bersamanya. Aku juga ingin menjaganya. Paling tidak untuk malam ini saja. Jikapun bisa,setiap malamnya kan kutemani ia. Karena aku juga sayang padanya. Ada cinta yang tak perlu diucap. Tapi cukup diungkap lewat sikap.

Seandainya


Seandainy Muhammad dibangkitkan,aku ingin menjadi orang yang pertama menatapnya,menangis,dan mengadu.tolong satukan umat ini.
Andaikan Khadijah bangun,dan melihat muslimah2 qt,bisa dibayangkan apa yg akan beliau katakan. Jika Umar dibangunkan,aku yakin ia akan mengangkat pedangnya tinggi2 bagi mereka yg memecah belah umat ini.
Islam adalah rahmat. Selama ia masih mengakui Allah dan RasulNya,maka ia adalah pengikut Muhammad. Tidak boleh ada anggapan untuk mengakui kebenaran hanya milik golongan tertentu. Selama tidak menentang akidah,kita adalah umat Rasulullah.

Hidup Tapi Tak Bernyawa


Letih tiada. Kemalasan acap menyapa. Hari hari terasa gelap. Memandang diri saja tak berani. Cermin,,maafkan diri. Menginjak bumi tak lagi kokoh. Langkah dan kaki gemetar hendak berhadapan. Arah tujuan mulai pudar. Impian dan harapan terabaikan. Cita-cita tinggal cerita. Diary usang yang telah kusam,berdebu dan enggan lagi kugoreskan. Jangankan mengukir cerita tentang masa depan,menggores satu kata,atau mengangkat pena saja,aku tak kuasa.
Teman,kau dimana? Ragaku disini. Tapi jiwaku berlabuh sendiri mengejar apa yang tak kumengerti. Aku terjebak pada panorama kisah lama. Berharap ada bahagia yang ia rangkai. Sabar dan tabah menghampiri. Setia aku menanti. Sampai detik ini masih kunanti.
Aku masih hidup. Tapi tak bernyawa. Kutahu,ini bukan rupaku. Bukan aku jika jatuh dan tak bisa bangun. Atau mungkin sudah lupa untuk apa aku disini. Mengapa hidup tak bernyawa? Mengapa kita mesti terpisah pada roh ghirah? Kuingin merebutnya lagi. Pergilah kemalasan. Malas aku bermalas malas. Tak ingin diri termalaskan,apalagi memalaskan.
Oohh,,aku baru tersadar. Aku tahu dimana nyawaku. Disana. Aku ingat sekali. Aku akan mengejarnya.

Nasyid jadul (kenangan 4th yg lalu)


Kerinduan itu kembali hadir. Masa-masa penuh karya dan kebersaman. Lebih kurang, 4 tahun yang lalu. Hampir tidak pernah absen mendengar nasyid jadul ini. Bukan tergoda pada alunan musiknya. Akan tetapi, lebih tertarik pada syairnya. Menyentuh dan pas buat bahan renungan.
4 tahun yang lalu, kawan. Masih terekam jelas di ingatan. Belum luput dari pandangan. Masih tersimpan rapi di sudut hati, tempat paling istimewa dalam nurani seorang manusia sepertiku. Kenangan penuh perjuangan di awal-awal dulu. Dan tiba-tiba aku jadi rindu. Bergelora membara dan berkecamuk remuk hasratku untuk kembali pada masa itu. Lagi-lagi, aku terpaksa berkata-kata dalam bahasa rindu yang punya jutaan makna asa.
Dengarlah sesekali dan simaklah syair ini. Tenang alunannya. Damai ketika mendengarnya. Tersentuh dengan kata-katanya.
Hmm,,nada dering yang sempat kupakai sebagai tanda panggilan bermelodi dalam jangka waktu yang cukup panjang. Koridor mipa pernah jadi saksi bisunya. Tembok-tembok di sana dan mereka yg ada di sekelilingku, tersentak tiba-tiba ketika ia berdering. Terkejut, saking kerasnya volume yang dipasang. Lupa mensilentkan.(hehe.. :d )


KEMBALI

Harapan dari setiap insan. Kesenangan serta ketenangan. Menjalani hidup ini. Tanpa ada cobaan.
Sayang harapan itu tak pasti. Karena cobaan akan terjadi, tuk menguji sabar diri dan ketaqwaan.
Akankah kita tetap tegar. Menjalaninya dengan keikhlasan. Ataukah terjerumus ke dalam keputusasaan.
Katakanlah,, kami ini adalah miliknya Allah. Yang akan kembali kepadaNya. Kapan dan dimana saja. Dan berdo'alah, mohon ampunan. Dari smua kesalahan. Agar mendapat keridhoan dan pertolongan dalam ujian.

Jaga


Kututup mataku dari memandangmu, meski jujur, semua itu bertentangan dengan inginku. Kututup telingaku dari mendengar apapun tentangmu, meski diluar sana mereka sibuk membicarakanmu. Seakan ingin mengajakku terbuai tuk tahu dan kenal engkau lebih dekat. Kututup mulutku meski semua kalimat tentangmu telah berada di ujung lidahku.
Kututup hatiku, karena ku tak ingin kan rasa itu bersemayam apalagi semakin mendalam. Kuhindari diri dari semua yang membuatku 'gampang' dekat denganmu. Kucukupkan dan cukuplah waktu yang kan menjawab tanda tanyaku. Karena izzahku jauh lebih berharga. Karena cinta pada Rabbku takkan ada yang mampu menandinginya. Ketika disini aku yang hina ini berharap tidak hanya elok rupa,tapi elok agama yang paling utama, maka kuyakin, engkau di sana juga demikian. Dan kita, masing-masing sedang belajar menjaganya. Hingga apa yang berlalu, menjadi hikmah untuk kita kenang di suatu waktu. Karena indah kini bukanlah jaminan indah untuk akan datang. Dan pahitnya kini, itulah bentuk perjuangan. Karena buah yang muda cuma butuh beberapa waktu untuk tidak akan lagi pahit terasa.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Modern Warfare 3